⚡ MARKET UPDATE: IHSG: 7,330.15 (+0.45%) Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data...
Menu Utama

KPPU Usut Kelangkaan dan Lonjakan Harga Semen di Sumut Saat Kondisi Kelebihan Kapasitas Nasional

Penulis: Notulensi
Juli 27, 2026
Bagikan:
Ilustrasi kawasan industri semen.
Notulensi.Net - Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui Kantor Wilayah I di Medan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait fenomena kelangkaan pasokan dan lonjakan harga semen yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara. Daerah yang saat ini menjadi fokus pemantauan meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Asahan, dan Kota Tanjungbalai. Penyelidikan ini secara langsung dipicu oleh banyaknya laporan dari masyarakat dan pelaku usaha mengenai lonjakan harga serta berkurangnya pasokan sejumlah merek semen yang mulai dirasakan secara masif sejak awal bulan Juni 2026. 

Berdasarkan pantauan lapangan awal yang dilakukan pada bulan Juli 2026, harga eceran semen di wilayah tersebut saat ini bertengger pada kisaran 70.000 hingga 80.000 rupiah per sak. Angka ini cukup bervariasi karena sangat bergantung pada merek, jenis produk, berat kemasan, dan lokasi spesifik penjualan. Bahkan, pada beberapa titik pemantauan sebelumnya, masyarakat secara terbuka melaporkan bahwa harga semen sempat menyentuh angka 75.000 hingga 85.000 rupiah per sak. 

 Kondisi darurat ini membuat sejumlah toko bahan bangunan di lapangan mengaku terpaksa harus membatasi penjualan kepada konsumen akibat pasokan beberapa merek yang terus mengalami keterbatasan. Menanggapi situasi yang meresahkan ini, Ketua KPPU Gopprera Panggabean menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah serius untuk melakukan pengusutan. 

 "KPPU akan menelusuri penyebab keterbatasan pasokan, pola pembatasan pembelian, serta pembentukan harga pada setiap tingkat distribusi. Kami akan memastikan kapan pasokan mulai berkurang, merek yang terdampak, wilayah yang mengalami gangguan, serta sejauh mana kondisi tersebut memengaruhi harga yang dibayar konsumen," ujar Ketua KPPU Gopprera Panggabean.

 Langkah investigasi ini dinilai sangat krusial dan mendesak mengingat industri semen secara nasional sebenarnya sedang berada dalam kondisi kelebihan kapasitas produksi. Mengacu pada data resmi dari Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia, total produksi semen nasional pada tahun 2025 sukses mencapai angka sekitar 64,7 juta ton, sementara angka penjualan domestik hanya berkisar di 63,9 juta ton. 

Kapasitas terpasang industri secara keseluruhan bahkan menyentuh kisaran 119 hingga 120 juta ton per tahun. KPPU sangat menyadari bahwa kelebihan kapasitas di tingkat nasional tidak secara otomatis menjamin ketersediaan semen yang lancar di setiap daerah, karena pasokan dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung seperti alokasi produksi, jaringan pergudangan, ketersediaan armada angkutan, beban biaya logistik, pasokan bahan bakar, hingga kebijakan distribusi dari masing-masing produsen. 

 Oleh karena itu, KPPU berkomitmen penuh untuk terus membongkar akar masalah di balik gangguan pasokan di wilayah Sumatera Utara ini dan turut mengajak seluruh lapisan masyarakat maupun pengembang untuk segera melapor jika menemukan informasi krusial terkait kelangkaan pasokan.
Data Investigasi KPPU

Paradoks Industri Semen: Kapasitas Jumbo vs Realisasi Nasional (2025)

Sumber: Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia — Sentuh atau arahkan kursor ke grafik untuk melihat detail angka.

Harga Eceran Tertinggi di Sumut (Juli 2026)

Wilayah: Medan, Deli Serdang, Asahan, Tanjungbalai

Rp 85.000 /sak

"Kelebihan kapasitas di tingkat nasional tidak secara otomatis menjamin ketersediaan semen di setiap daerah akibat kendala alokasi, logistik, dan rantai distribusi."

— Gopprera Panggabean (Ketua KPPU)