Potret Ahn Hayoung pada unggahan terbaru di instagram pribadinya. (Instagram/@havv_y)
Notulensi.Net - Figur publik Ahn Hayoung secara resmi menyampaikan permintaan maaf yang mendalam terkait kontroversi rekam jejak kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, yang terbukti memiliki riwayat pro-Jepang pada masa penjajahan. Permintaan maaf tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya baru-baru ini.
Dalam surat panjangnya, Ahn Hayoung mengakui bahwa selama ini ia hanya mengetahui sejarah keluarganya secara sepotong-sepotong berdasarkan cerita turun-temurun. Ia secara terbuka menyesali tindakannya di masa lalu yang sempat membanggakan sang kakek buyut di berbagai kesempatan, yang ia sadari murni karena ketidaktahuannya terhadap sejarah kelam tersebut.
Lebih lanjut, Hayoung juga mengklarifikasi serta menarik kembali pernyataan awal dari pihak agensinya. Saat kontroversi ini pertama kali mencuat, agensi sempat merilis pernyataan yang menyebut isu tersebut "tidak berdasar". Hayoung mengakui bahwa bantahan tersebut dikeluarkan tanpa adanya pengecekan fakta yang mendalam. Ia merasa bertanggung jawab atas kebingungan serta luka yang ditimbulkan akibat pernyataan prematur dari pihaknya itu.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, Hayoung menegaskan bahwa ketidaktahuan sama sekali bukan pembenaran atas kelalaiannya terhadap sejarah bangsa. Sikap tegas tersebut ia sampaikan melalui sebuah pernyataan yang menjadi sorotan utama dalam suratnya.
"Fakta bahwa saya tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya, tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan atau menganggap remeh sejarah itu. Saya menanggung kesalahan masa lalu itu dengan berat hati, dan sebagai keturunannya, saya meminta maaf dengan setulus-tulusnya," tulis Ahn Hayoung.
Menutup suratnya, Ahn Hayoung berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai titik balik untuk lebih berhati-hati. Ia berkomitmen untuk mempelajari sejarah dengan lebih mendalam dan menaruh rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban demi negara. Ia menegaskan bahwa penyesalannya tidak akan berhenti pada kata-kata, melainkan akan dibuktikan melalui tindakan nyata di masa depan.