⚡ MARKET UPDATE: IHSG: 7,330.15 (+0.45%) Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data...
Menu Utama

Mengungkap Fakta: Benarkah Raja Charles III dari Inggris Memeluk Agama Islam?

Penulis: Notulensi
Juli 03, 2026
Bagikan:

Belakangan ini, linimasa media sosial kembali diramaikan oleh peredaran potongan video dan narasi yang mengklaim bahwa Raja Inggris, Charles III, telah memeluk agama Islam (mualaf). Di tengah cepatnya arus informasi, rumor ini dengan mudah menyebar dan memicu perdebatan serta rasa penasaran publik.

Namun, apakah klaim tersebut benar? Mari kita bedah fakta-fakta di balik rumor yang sebenarnya sudah beredar sejak puluhan tahun lalu ini.


Status Resmi: Pemimpin Tertinggi Gereja Inggris


Fakta utama dan yang paling tidak bisa dibantah adalah: Raja Charles III tidak beragama Islam. Beliau adalah seorang penganut Kristen Protestan. Dalam sistem monarki Inggris, seorang Raja atau Ratu tidak hanya bertindak sebagai kepala negara, tetapi juga memegang peran sentral dalam agama resmi negara. Saat dinobatkan, Raja Charles III secara otomatis meneruskan jabatan ibundanya, Ratu Elizabeth II, sebagai Kepala Tertinggi Gereja Inggris (Supreme Governor of the Church of England).

Selain itu, ia juga menyandang gelar resmi Defender of the Faith (Pembela Iman). Konstitusi Inggris mewajibkan pemegang tahta kerajaan untuk beragama Kristen Anglikan, sehingga klaim bahwa beliau diam-diam menjadi seorang Muslim sangatlah tidak berdasar.


Mengapa Rumor Ini Terus Beredar?


Jika secara hukum dan konstitusi Raja Charles III adalah seorang penganut Kristen, mengapa rumor mualaf ini terus muncul dan diyakini oleh sebagian orang? Jawabannya terletak pada rasa hormat dan kekaguman beliau yang luar biasa terhadap Islam.

Berikut adalah beberapa alasan yang sering disalahartikan oleh publik:


  • Kekaguman pada Sejarah dan Seni Islam Sejak masih bergelar Pangeran Wales, Charles dikenal memiliki ketertarikan yang mendalam pada arsitektur, seni, dan budaya Islam. Ia bahkan mendirikan The Prince’s School of Traditional Arts yang banyak mengajarkan seni geometris Islam. Ia juga dilaporkan mempelajari bahasa Arab agar dapat memahami ayat-ayat suci Al-Qur'an secara langsung.

  • Pidato Bersejarah "Islam and the West" (1993) Salah satu pemicu utama rumor ini adalah pidato Charles di Oxford Centre for Islamic Studies pada tahun 1993. Dalam pidatonya, ia secara terbuka memuji kontribusi peradaban Islam bagi dunia Barat pada Abad Pertengahan. Ironisnya, potongan-potongan video dari pidato yang bertujuan membangun jembatan toleransi ini sering dipotong di luar konteks oleh pembuat hoaks di media sosial masa kini untuk menggiring opini bahwa ia masuk Islam.

  • Kutipan Al-Qur'an Terkait Lingkungan Raja Charles adalah seorang aktivis lingkungan yang vokal. Dalam beberapa pidatonya mengenai perubahan iklim dan kelestarian alam, beliau tak segan mengutip prinsip-prinsip ajaran Islam dan ayat Al-Qur'an yang memerintahkan manusia untuk menjaga bumi.


  • Klaim Masa Lalu yang Dibantah Pada tahun 1996, rumor ini sempat meledak ketika Mufti Agung Siprus mengklaim bahwa Charles telah masuk Islam secara diam-diam di Turki. Saat itu, Istana Buckingham langsung mengeluarkan bantahan keras dan menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak berdasar atau "omong kosong".