⚡ MARKET UPDATE: IHSG: 7,330.15 (+0.45%) Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data...
Menu Utama

Sokong Visi Hilirisasi Prabowo, Belarus Bawa Misi Alih Teknologi Otomotif dan Alat Berat ke Tanah Air

Penulis: Notulensi
Juli 02, 2026
Bagikan:

 

Dokumentasi belarus-tractor.com

Notulensi.Net - Visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi ekonomi dan membangun kemandirian industri manufaktur nasional mendapat dukungan konkret dari Pemerintah Republik Belarus. Dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi yang digelar di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026, Belarus membawa misi strategis yang berfokus pada alih teknologi sektor otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Dukungan ini diwujudkan melalui kesepakatan untuk mendorong investasi bersama dan lokalisasi produksi pabrik komponen yang akan ditempatkan langsung di wilayah Indonesia.


Presiden Prabowo Subianto menyambut baik langkah Belarus yang bersedia membuka akses teknologi industri modernnya demi menyokong agenda pembangunan nasional Indonesia yang masif. Pemerintah menegaskan bahwa kemitraan ekonomi masa depan harus berorientasi pada pengembangan industri manufaktur dalam negeri yang kuat serta penguatan rantai pasok global. 

"Di bidang ekonomi kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara ke depan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri modernisasi pertanian penguatan rantai pasok serta kerja sama teknologi di bidang perdagangan," kata Presiden Prabowo Subianto sebagaimana dikutip dari siaran langsung Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Belarus, Istana Merdeka, Kamis, 2 Juli 2026.


Melalui penandatanganan kesepakatan formal, fokus utama dari kerja sama ini adalah pemanfaatan keunggulan Belarus dalam manufaktur alat berat untuk membangun basis produksi lokal di Indonesia. Pihak Belarus menegaskan bahwa mereka tidak keberatan membagikan formula teknologi mereka agar produk-produk industri yang dihasilkan di Indonesia nantinya memiliki nilai kandungan lokal yang tinggi. 


"Kami siap untuk membuka berbagai proyek kerja sama dan memperluas kerja sama apapun Indonesia tidak hanya kerja sama perdagangan tapi pembangunan perusahaan bersama join venture dan lokalisasi," kata Presiden Alexander Lukashenko sebagaimana dikutip dari siaran langsung itu. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara berkekuatan industri manufaktur yang tangguh di Asia Tenggara.