⚡ MARKET UPDATE: IHSG: 7,330.15 (+0.45%) Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data...
Menu Utama

Ancaman Kejahatan Deepfake dan AI Meningkat, Satgas PASTI Siapkan Aplikasi Anti-Penipuan Terintegrasi

Penulis: Notulensi
Agustus 08, 2026
Bagikan:

potrait of a hacker wearing a mask (Freepik.com)

Notulensi.Net - Transformasi digital yang kian masif membawa efek ganda berupa ancaman penipuan digital yang makin canggih. Merespons bahaya kejahatan siber yang kini mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) hingga deepfake, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) segera meluncurkan ekosistem teknologi penindakan terintegrasi.


Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Dewan Pembina Satgas PASTI, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan bahwa optimalisasi Satgas sangat mendesak. Modus kejahatan kini telah berevolusi menggunakan impersonation, phishing, dan social engineering yang terorganisasi dan beroperasi lintas yurisdiksi.


"Scam bukan hanya persoalan pengaduan konsumen. Scam menggerus kepercayaan publik, mengganggu integritas sistem keuangan, dan melemahkan kredibilitas ekosistem digital. Tidak ada satu institusi pun yang memiliki seluruh kewenangan, data, teknologi, dan instrumen penegakan hukum untuk menanganinya sendiri. Respons kita harus bekerja sebagai satu sistem," tegas Dicky dalam High Level Meeting (HLM) Satgas PASTI di Jakarta, Senin (5/8/2026).


Sebagai langkah konkret, Satgas PASTI tengah mengembangkan tiga instrumen utama, yakni Aplikasi Anti-Penipuan, Reporting and Money Trail System untuk melacak aliran dana haram, serta Repository/Hub Data Nasional. Sistem ini ditargetkan mampu memangkas waktu deteksi dini dan mempermudah pelaporan aktivitas keuangan ilegal secara real-time.