Notulensi.Net - Perusahaan energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka asal Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Grup Chandra Asri), terus melakukan ekspansi bisnis yang agresif di kancah Asia Tenggara
Berdasarkan dokumen pengumuman resmi perusahaan, estimasi harga pembelian tunai (Estimated Purchase Price) untuk pengambilalihan aset ini mencapai 265 juta dolar Singapura, atau sekitar 207 juta dolar AS
Transaksi bernilai fantastis ini mencakup pengambilalihan 100 persen kepemilikan saham pada sepuluh entitas bisnis Cycle & Carriage di Singapura (CCS Entities), di antaranya adalah Cycle & Carriage Automotive Pte Limited, Cycle & Carriage Industries Pte. Limited, dan Republic Auto Pte Ltd
Aset-aset yang dibeli oleh konglomerasi Indonesia ini memiliki rekam jejak bisnis yang kuat, meliputi kegiatan distribusi dan ritel kendaraan bermotor baru maupun bekas, penyediaan layanan purnajual, hingga solusi pembiayaan serta asuransi kendaraan di Singapura dan Malaysia
Dalam pengumuman resminya, pihak JC&C menjelaskan alasan strategis di balik penjualan aset ikonik ini. "Tujuan JC&C adalah untuk meningkatkan imbal hasil pemegang saham melalui manajemen portofolio yang aktif dan alokasi modal yang disiplin," tulis manajemen JC&C dalam dokumen resmi tersebut
Lebih lanjut, perusahaan menyatakan bahwa pelepasan aset ini akan membawa keuntungan baik bagi perusahaan maupun bagi bisnis otomotif itu sendiri ke depannya. "Secara keseluruhan, Rencana Transaksi ini memungkinkan JC&C untuk merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage seiring dengan fokus kami pada pasar inti kami di Indonesia dan Vietnam serta memberikan hasil yang positif bagi para pemegang saham, sekaligus memposisikan Cycle & Carriage untuk kesuksesan yang berkelanjutan di bawah pemilik barunya," kutip dokumen pengumuman tersebut
Pihak JC&C juga menaruh optimisme tinggi terhadap Grup Chandra Asri. "Kami berpandangan bahwa Cycle & Carriage akan berada pada posisi yang tepat di dalam ekosistem Grup Chandra Asri untuk memanfaatkan sinergi dan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan di masa depan," tambah penjelasan resmi tersebut
Selain nilai pembelian 265 juta dolar Singapura, harga akhir akan disesuaikan saat penutupan transaksi untuk memperhitungkan perbedaan saldo kas, total utang, dan modal kerja
Sebagai gambaran, aset yang dilepas ini menyumbang laba bersih sebesar 16 juta dolar AS berdasarkan laporan keuangan semester pertama tahun 2026
Grup Chandra Asri sendiri adalah entitas yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan pemegang saham utama didominasi oleh kelompok usaha Barito Pacific (PT Barito Pacific Tbk dan afiliasinya) yang menguasai 43,6 persen saham
Penyelesaian dari transaksi besar ini masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat, antara lain izin persetujuan dari mitra distribusi, persetujuan sewa dari pengelola properti dan JTC Corporation, serta ketiadaan insiden berdampak buruk secara material
