⚡ MARKET UPDATE: IHSG: 7,330.15 (+0.45%) Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data... Mengambil data...
Menu Utama

Pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Penulis: Notulensi
Oktober 14, 2026
Bagikan:
Pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar (Instagram Martha Tilaar Group, dengan penyesuaian AI)
Notulensi.Net - Dunia kecantikan Indonesia berduka. Pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun. Kabar ini dibenarkan sumber yang menyebut Martha berpulang sekitar pukul 06.00 WIB di RS Medistra, Jakarta. 


Kabar duka pertama kali disampaikan lewat akun Instagram resmi Martha Tilaar Group dan Sariayu. Keluarga besar Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia, juga menyampaikan duka dan menyebut Martha sebagai Dewan Kehormatan organisasi tersebut. Dalam unggahannya, manajemen Sariayu Martha Tilaar mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan keteladanan sang pendiri bagi Indonesia.

Soal tempat persemayaman, laporan media belum seragam. Sejumlah media menyebut jenazah disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan, sedangkan media lain menyebut jenazah berada di rumah keluarga di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Hingga Rabu pagi, keluarga belum menetapkan waktu dan lokasi pemakaman. 

Dari garasi rumah hingga mendunia


Martha lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Sebelum dikenal sebagai pengusaha kosmetik dan jamu, ia pernah menjadi guru. Ia menimba ilmu di Academy of Beauty Culture, Amerika Serikat, lalu membuka salon sederhana sepulangnya ke tanah air. Usaha itu berawal dari garasi rumah orang tuanya di Jakarta pada 1970. 

Pada 1977 ia mendirikan PT Martina Berto dan kemudian meluncurkan merek Sariayu. Martha Tilaar Group lalu berkembang dari layanan salon menjadi bisnis yang mencakup produksi kosmetik, pendidikan, salon, dan spa, dengan bahan alami dan tradisi perawatan Nusantara sebagai ciri khasnya. Falsafah kerjanya ia ringkas dalam kalimat “Dream big, start small, act fast”.

Penghargaan


Martha menerima gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT pada 2012, dan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah RI pada 2016. Pada April 2025 ia dianugerahi Lifetime Achievement Award dalam APSWC Awards 2025. Penghargaan itu diterima putrinya, Wulan Tilaar, mewakili dirinya. 

Martha menikah dengan Prof. H.A.R. Tilaar pada 1963 dan dikaruniai empat anak: Bryan David Emil, Pingkan Engelien, Wulan Maharani, dan Kilala Esra. Sang suami lebih dulu berpulang pada 30 Oktober 2019.